Gadis kecil itu sumringah, tulang pipinya meninggi seiring bibirnya yang merekah indah. Gadis itu baru saja mendapatkan pujian dari seorang yang tak ia kenal. Pujian atas gambar atau lebih tepat coretan di atas kertas yang saban hari dibuatnya. Pujian yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya.
Gadis itu bingung, dirinya tiba - tiba merasa hebat. Selama ini dirinya hanya merasa sebagai pelengkap manusia yang diciptakan Tuhan untuk memenuhi panggung sandiwaranya. Tidak memiliki peran apapun kecuali sebagai peramai dalam satu adegan. Tak lebih.
Namun, kalimat yang diucapkan pria yang sambil lalu itu seolah memberinya peran utama dalam panggung sandiwara tersebut.
"Apa yang kau buat itu sangat bagus, membuatku sungguh terkagum."
Kalimat itu terus mengiang di benaknya. Semangatnya membuncah, merasa diri lebih berharga. Ia membuka kembali kertas - kertas kosong miliknya dan mulai mencoretainya dengan semangat yang luar biasa. Tangannya ligat, imajinasinya semakin liar.
"Ternyata karyaku ada yang suka," kata gadis itu tanpa berhenti mencoret.
Sungguh, kata - kata yang terduga itu seakan mengubah hidupnya. Tak peduli apakah kalimat itu hanya sekedar "basa - basi" atau hanya sekedar ucapan sampah dari seorang yang sama sekali tak mengenal karya seni. Namun yang pasti, kalimat itu mengubah semangat hidup gadis kecil yang selama ini merasa terpinggirkan.
No comments:
Post a Comment