Saturday, March 22, 2014

Masalah

"Hei you, We give you a live because We know you have strong enough"

Begitulah bunyi kata - kata yang tertulis di kaos ablongan hitam murahan milik seorang kuli bangun. Tulisan tersebut tampaknya mewakili kisah pemakainya. Juga seolah menyindir siapa saja yang melihatnya, siapa saja yang menggerutui hidup, siapa saja yang mengutuk dan menghujat Tuhan atas sebuah kehidupan yang tak mudah.

Tiada kehidupan tanpa masalah, manusia tanpa masalah itu gila. Tapi tak cukup banyak orang yang berani menjadi gila karena untuk menjadi gila pun, manusia harus mengalami segunung masalah terlebih dahulu, itu pun jika beruntung.

Masalah itu bisa menjadi teman, bisa juga lawan. Tergantung manusia mau pilih yang mana. Berdamai dengan masalah akan menjadikan manusia lebih kuat dan bijak, begitu pula sebaliknya.

Manusia hanya harus mempelajari bagaimana menempatkan masalah itu di tempat yang benar. Sayangnya banyak yang tak mau belajar, sehingga membuat masalah lebih besar karena menimpakannya pada situasi dan tempat yang tidak tepat.

Banyak manusia yang meletakkan egonya di atas akal. Melimpahkan masalahnya pada manusia lain, dengan harapan egonya terpuaskan. Memanjakan amarah dan mengagung - agungkan emosi. Berpikir dialah satu - satunya manusia yang memiliki masalah dan kedua hal tersebut. Merasa berhak menekan dan memaksa manusia lain untuk menerima porsi masalahnya tersebut.

Celakalah manusia yang tak tahu menempatkan masalah dan amarahnya dengan tepat. Dan membiarkan dirinya dikuasai oleh emosi.

"Hadapi dan selesaikan masalah dengan tuntas, jangan sisakan amarahnya pada orang lain" kata angin.

No comments:

Post a Comment