Thursday, March 20, 2014

Menggugat Kesombongan

Lihat lidahmu, bisakah kau membuatnya?
Jika bisa, baru kau boleh berkata lantam dan menghina sesamamu.

Dengarkan suaramu, bisakah kau menyatukan setiap bunyi dengan batang leher?
Jika bisa silahkan kau membentak - membentak sesama dengan alasan apapun.

Lihat tanganmu, bisakah kau menyatukan tulang dengan daging sedemikian rupa?
Jika bisa, maka kau boleh menggunakannya sesuka hatimu.

Lihat otakmu, bisakah kau merakitnya sedemikian rupa?
Jika bisa, baru kau boleh membodoh - bodohi sesamamu, tetapi gunakan lidah yang kau buat sendiri.

Lihat dirimu, apa yang kau miliki sepenuhnya?
Kau, dia, mereka dan aku sama. Tidak punya apa - apa. Semuanya pinjaman. Lantas apa yang patut kau sombongkan?

Hei kau, kenapa kau begitu berani memaki, menghina, membentak manusia yang tidak berbeda sedikitpun denganmu?

Hei kau, kenapa kau begitu angkuh padahal setitik darahpun tak mampu kau buat sendiri?

Kau manusia sombong! Bermodalkan pinjaman yang diberikan lebih oleh Tuhan, kau seenak - enaknya meninggikan suara pada mereka yang dipinjami lebih sedikit oleh Tuhan.

Gunakan otakmu yang sedikit itu untuk berpikir, mengapa kau harus sombong.

No comments:

Post a Comment