Wednesday, April 16, 2014

BUNTING

Perempuan bunting itu merenung. Hampir menghiraukan panggilan pembeli yang telah lama berdiri di depan stellingnya. Dirinya baru tersadar ketika seorang perempuan lainnya menepuk pundaknya. Tersentak, ia pun lantas melayani pembeli yang bermuka merah karena marah akibat menahan lapar dan amarah terlalu lama menunggu.

Setelah melayani pembeli, perempuan bunting itu kembali ke tempat duduknya. Menatap kosong ke depan, mengelus perut yang membuncit. Terpahat raut resah di wajahnya. Kening berkerut, mata menyipit dan menyayu, nafas terhembus dengan hentakan dalam.

Tak berapa jauh darinya, perempuan yang tadi menepuk pundaknya menatap dengan mata yang penuh tanda tanya. Ia datang dan duduk persis di sebelah perempuan bunting itu.

"Ada apa?" kata perempuan itu. Tanyanya hanya dijawab tawa terpaksa oleh si perempuan bunting.

"Belum waktunya kan?" tanyanya lagi. Usia kandungan perempuan itu baru memasuki bulan ke - enam.

"Belum," jawab si bunting.

"Jadi?"

"Lihat itu kucing, perasaan baru - baru saja bunting, sekarang sudah bunting lagi," sahut si Bunting menghiraukan pertanyaan perempuan itu.

"Sama donk kayak situ,"

"Bedalah, si abangnya kan udah besar baru dikasih adek," kata si Bunting.

"Ada masalah? Kok dari tadi aku perhatikan mukamu kayak ikan cucut," tanyanya lagi tanpa putus asa.

"Hhhmm, janinku perempuan," jawabnya.

"Lantas?"

"Aku takut," jawabya.

"Takut apa?"

"Suamiku kurang suka anak perempuan,"

"Kenapa begitu?"

"Katanya ngurus anak perempuan itu repot. Apalagi anak perempuan itu cengeng, suka nangis. Dia tidak suka dengar anak - anak menangis,"

"Memangnya ada anak bayi yang tidak menangis?" timpal perempuan itu dengan kening berkerut.

"Ya tidak. Dulu si abang - an juga menangis, aku disemprot habis - habisan kalau si abang nangis dekat ayahnya. Sekarang dia sudah wanti - wanti aku jangan sampai ada suara tangisan kalau dia sedang di rumah," jawabnya.

Kedua wanita itu terdiam. Masing - masing menatap kosong ke udara. Terdiam sesaat.

"Laki - laki memang anjing," kata perempuan itu sambil berlalu meninggalkan perempuan bunting itu sendirian.